Rezim Cak Jancuk Semakin Represif dan Anti Islam, Suara Islam Net, Slamet Ma'arif

Kembali, rezim Cak Jancuk mengokohkan dirinya sebagai rezim yang represif dan anti Islam. Setelah tidak merasa puas dengan seluruh kriminalisasi dab represifme yang telah dilakukan, kini rezim menorehkan kembali tinta pekat untuk mengokohkan predikat represif dan anti Islam dengan mengkriminalisasi Ust. Slamet Ma'arif, ketua PA 212.

Rezim tutup mata, pada semua ujaran kampanye dan pelanggaran pemilu, jika itu ditujukan untuk memberikan dukungan dan mengokohkan posisi rezim. Tetapi jika aspirasi itu, mengarah pada pilihan politik kontra rezim, mengusung arus perubahan, mengemban misi menghentikan rezim 'Cak Jancuk', maka rezim dengan seluruh instrumen negara berusaha membungkamnya. Coba lihat, berapa banyak kepala daerah (baik karena nurani maupun karena diinjak) merapat dan berkampanye untuk rezim ? Dipersoalkan ? Di sidik dengan pidana pemilu ? Tidak.

Karena itu, rezim berusaha mengkriminalisasi Ust. Slamet Ma'arif di Polresta Solo dengan ujaran yang ditafsirkan melanggar pidana pemilu. Membungkam umat, melalui simbol dan para pemimpinnya, agar umat ketakutan untuk menyuarakan aspirasi perubahan.

Ingat wahai umat, rezim ini untuk yang kesekian kalinya, telah melanggar batas merah. Rezim ini, telah menyentuh kepala, setelah sekian lama memecut dan menindas umat dengan berbagai kezaliman yang dipertontonkan.

Status tersangka adalah upaya politik melalui sarana hukum untuk mempersekusi, mengalienasi, menakut-naluri agar rakyat menutup pintu rumah, mengunci pintu dan jendela dan menutup rapat mulutnya. Tapi itu keliru ! Umat tidak takut !

Wahai umat, kita wajib marah, bahkan wajib segera keluar dari rumah kita, baik melalui pintu maupun Jendela untuk menyampaikan aspirasi tentang keinginan kita, untuk lepas dari kezaliman, terlepas dari represifme dan penindasan. Cukup sudah kita ditakut-takuti, cukup sudah kita ditindas, umat Islam telah kehilangan ketakutannya, dan menemukan keberanian untuk melawan setiap inchi kezaliman.

Wahai rezim saya katakan kepada Anda, apa yang kalian lakukan berupa upaya pembungkaman dan penindasan, tidak akan membuahkan ketakutan dan pilihan umat untuk mengalah dan menyerahkan batang lehernya. Umat akan melawan, bahkan perlawanan itu lebih sengit daripada yang sebelumnya

Wahai rezim, ketahuilah ! Kalian tidak tertolong, meskipun bergelantungan dibalik angka survey surveyan, elektabilitas 'Cak Jancuk' pasti jatuh dan makin parah, setelah proses kriminalisasi terhadap Ust Slamet Ma'arif.

Ingat ! Semakin pekat aroma kezaliman, semakin wangi dan semerbak semilir angin perubahan. Dan, kami telah cukup persiapan untuk menyongsong seremoni dan selebrasi perubahan.

Silahkan ! Berbuatlah sekehendak dan semau kalian. Silahkan ! Berlaku zalim pada periode tangguh yang masih mungkin untuk dipertahankan. Tapi ingat ! Allah SWT tidak akan alpa untuk menghisab setiap titik dan noda kezaliman, dan memberi balasan kezaliman yang setimpal di dunia, dan azab yang pedih di neraka telah dipersiapkan bagi siapapun yang menghalalkan berbuat zalim.

Wahai umat, bersatulah ! Salinglah mengikat ikrar untuk mempererat persaudaraan, mengesampingkan perbedaan dan berpadu dalam barisan politik untuk melawan rezim zalim. Wahai umat, sungguh dua pintu kemenangan ada dihadapan kalian : kemenangan politik atau Syahid menuju Ridlo-Nya. Allahu Akbar ! [].

Nasrudin Joha : "Rezim Cak Jancuk Semakin Represif dan Anti Islam"alert-info